yang terjadi kali ini diluar batas kemampuanku untuk mengendalikan, berawal dari menyelesaikan beberapa bagian tugas yang sebenarnya tak begitu rumit tapi entah mengapa malas sekali untuk menjamah hingga akhirnya merasakan beberapa bagian pagi yang mengandung embun terselip doa didalam hati yang menjadi rahasia aku dan Sang Penciptaku.
entah mengapa pagi yang terlampau pagi ini pertama kalinya aku merasakan kerinduan pada kotaku yang dulu begitu menjemukan dan membuat kepala hampir pecah karena panas, macet, semuanya jadi satu. seprti biasa aku rindu ucapan pagi dari papa yang selalu memberikan ekspresi datar tapi penuh kasih sayang, ponakan yang selalu menggangu tidur nyenyakku dipagi hari, dan ucapan lucu dari sepasang suami-istri yang selalu meramaikan hariku (kakakku dan kakak ipar).
disini aku sendiri, dikota yang sudah aku anggap kotaku ini dalam ruangan bercat putih penuh dengan hiasan tempelan kata-kata penyemangat khas anak rantauan yang terkadang hanya menjadi wacana ketika aku merasa terbawah seperti ini.
aku rindu kehidupanku dalam zona nyamanku di kota sura dan buaya, yang tak pernah sepi walau malam - siang - pagi ahhh aku merindu sangat akut.
aku rindu dengan para teman-teman yang entah mengapa aku sangat menyayangi mereka semua, walaupun mereka dalam berbicara tak pernah halus, selalu mempunyai pikiran kotor berbau porno, bertindak yang terkadang liar tak peduli dengan gender mereka masing-masing, melakukan kegiatan senang-senang hingga lupa waktu dan rumah. aku rindu mereka semuaaaaa, mereka yang selalu memberiku pelajaran ditiap aku bergaul hingga kini aku menjadi seorang remaja yang dalam proses transisi menjadi dewasa. mereka yang selalu mengkoar-koarkan persahabatan, persaudaraan, loyalitas, kesetiaan, dan apapun hal yang berbau one for all - all for one. mereka yang tak pernah berbicara dibelakang, mereka yang selalu menghina, menghujat, mengkritik didepan, mereka yang tanpa kemunafikan. aku kangen mereka semuaaaaa...
kembali pada kehidupanku disini sebagai single fighter yang labil. ini sudah hampir setahun dan aku masih saja susah untuk mengendalikan rasa rindu yang kadang datangnya tak tentu.
yogyakarta...
sebuah kota dimana aku harus tetap berdiri tegak dalam seleksi alam yang asing ini, meninggalkan pribadi manja - gengsi - pemarah yang dulu aku sandang dalam belakang namaku. tapi tak apa disini aku juga menemukan orang-orang yang mampu membuatku tersenyum, mengalihkan perhatian ketika aku merapuh, para penyemangat yang tak pernah bosan untuk mengembalikan tenagaku untuk survive kembali.
pagi yang sangat sendu...
untuk seorang gadis belia sepertiku untuk merasakan sendu...
dan bulir embun pagi ini apakah mampu membiaskan rinduku?
mari bersyukur dalam tiap waktu...