Sedang terjebak dalam pandora...
bunar-bunar mencari cahaya dalam gulita, tapi titik samar enggan menerang.
Ketika ulat bulu dipaksa menjadi kepompong,
terkungkung dalam fase menuju keindahan, selalu ada proses untuk bahagia.
kata orang 'bahagia itu sederhana'
memang iya sangat sederhana apa susahnya tersenyum,tertawa terbahak-bahak
hanya saja...
menikmati rasa bahagia yang sesungguhnyalah yang susah.
tiktoktiktok...
waktu terus melaju, meninggalkan manusia-manusia yang enggan maju.
selalu murung, terpuruk, meratapi yang sudah-sudah
tanpa ada tindakan tanpa ada suatu perubahan.
tiktoktiktok...
waktu masih berjalan, manusia-manusia putus asa tadi menyalahkan
mengapa waktu merebut masa-masanya?
padahal ia sendiri yang membuat segalanya percuma.
jarum jam selalu berputas tapi entah mengapa jarum pemikiran ini
stag dengan hal yang membuat gundah.
terlalu banyak bahagia, amarah, sedih, yang bercampur
hingga rasa-rasa dari mereka mengabur.
pemikiran yang hilang fokus lantas berjalan dalam lautan tanpa ombak,
tak menimbulkan suatu sensasi sehingga segalanya datar.
aku sendiri sebenarnya tak mengerti mengapa menulis begini,
terkadang pikiranku berjalan otomatis dalam menghadapi
huruf-huruf dalam tatanan keyboard ini.
jadi tidak salahkan ketika aku menulis tanpa arah dan makna yang pasti?
semoga siapapun engkau, bisa menikmati ini~
-d-
Corner Page
Kamis, 04 Juli 2013
Kamis, 20 Juni 2013
pagi sendu
yang terjadi kali ini diluar batas kemampuanku untuk mengendalikan, berawal dari menyelesaikan beberapa bagian tugas yang sebenarnya tak begitu rumit tapi entah mengapa malas sekali untuk menjamah hingga akhirnya merasakan beberapa bagian pagi yang mengandung embun terselip doa didalam hati yang menjadi rahasia aku dan Sang Penciptaku.
entah mengapa pagi yang terlampau pagi ini pertama kalinya aku merasakan kerinduan pada kotaku yang dulu begitu menjemukan dan membuat kepala hampir pecah karena panas, macet, semuanya jadi satu. seprti biasa aku rindu ucapan pagi dari papa yang selalu memberikan ekspresi datar tapi penuh kasih sayang, ponakan yang selalu menggangu tidur nyenyakku dipagi hari, dan ucapan lucu dari sepasang suami-istri yang selalu meramaikan hariku (kakakku dan kakak ipar).
disini aku sendiri, dikota yang sudah aku anggap kotaku ini dalam ruangan bercat putih penuh dengan hiasan tempelan kata-kata penyemangat khas anak rantauan yang terkadang hanya menjadi wacana ketika aku merasa terbawah seperti ini.
aku rindu kehidupanku dalam zona nyamanku di kota sura dan buaya, yang tak pernah sepi walau malam - siang - pagi ahhh aku merindu sangat akut.
aku rindu dengan para teman-teman yang entah mengapa aku sangat menyayangi mereka semua, walaupun mereka dalam berbicara tak pernah halus, selalu mempunyai pikiran kotor berbau porno, bertindak yang terkadang liar tak peduli dengan gender mereka masing-masing, melakukan kegiatan senang-senang hingga lupa waktu dan rumah. aku rindu mereka semuaaaaa, mereka yang selalu memberiku pelajaran ditiap aku bergaul hingga kini aku menjadi seorang remaja yang dalam proses transisi menjadi dewasa. mereka yang selalu mengkoar-koarkan persahabatan, persaudaraan, loyalitas, kesetiaan, dan apapun hal yang berbau one for all - all for one. mereka yang tak pernah berbicara dibelakang, mereka yang selalu menghina, menghujat, mengkritik didepan, mereka yang tanpa kemunafikan. aku kangen mereka semuaaaaa...
kembali pada kehidupanku disini sebagai single fighter yang labil. ini sudah hampir setahun dan aku masih saja susah untuk mengendalikan rasa rindu yang kadang datangnya tak tentu.
yogyakarta...
sebuah kota dimana aku harus tetap berdiri tegak dalam seleksi alam yang asing ini, meninggalkan pribadi manja - gengsi - pemarah yang dulu aku sandang dalam belakang namaku. tapi tak apa disini aku juga menemukan orang-orang yang mampu membuatku tersenyum, mengalihkan perhatian ketika aku merapuh, para penyemangat yang tak pernah bosan untuk mengembalikan tenagaku untuk survive kembali.
pagi yang sangat sendu...
untuk seorang gadis belia sepertiku untuk merasakan sendu...
dan bulir embun pagi ini apakah mampu membiaskan rinduku?
mari bersyukur dalam tiap waktu...
Sabtu, 06 April 2013
delapan
jadi saya bertemu dengan 8 wanita ini semenjak memakai seragam putih abu-abu untuk mencari ilmu (kecuali nunun aku bertemu ketika putih-biru). awalnya tak pernah mengira akan sedekat,seintens,se-terkait seperti ini tapi mungkin waktu akhirnya menyatukan kami menjadi sebuah lingkaran yang tak hanya 'sahabat' tapi keluarga. kami saling memiliki satu sama lain,saling mempunyai hak untuk marah ketika ada suatu ke khilafan diantara kami,saling berbagi tawa tangis ketika memiliki kisah yang hendak dibagi.
8 individu, 8 hati, 8 karakter, dan 8 emosi bersatu dan bertaut atas nama cinta. cinta kami bukan lagi seperti para anak adam-hawa yang kalian pikirkan, karena jelas kami memiliki jenis kelamin yang sama. kami wanita dan banyak orang awam bilang wanita itu kadang banyak berdusta, didepan baik dan dibelakang bergumam. sayangnya kami adalah wanita-wanita minoritas, tak ada mengumpat dibelakang semuanya diselesaikan didepan meskipun harus ada percekcokan sengit tapi setelah itu kami semakin terkait. ketika yang salah tetap disalahkan tanpa pembelaan dan kemunafikan, dan saat itu terjadilah penelaah'an pemikiran diantara kami. suatu proses dimana akan mengantarkan kami saling mengisi pemikiran masing-masing lalu mencapai mufakat dalam penyelesaian. aku mencintai proses ini...
Tuhan memang baik... membuat aku bertemu dengan para wanita yang sejatinya tak pernah aku berfikir mereka wanita,kenapa? karena mereka selalu memakai logika dan kenyataan, selalu bertutur kata sesuai apa yang nyata tanpa diperhalus untuk kesenangan hati sesaat. mereka wanita-wanita jujur,dan sangat beruntung.
delapan...
delapan aku mencintai angka ini,begitu pula aku mencintai tautan hubungan kami. bertemu ketika masih dalam dunia sempit dan melangkah bersama ke dunia luas dengan cara masing-masing namun tetap saling mengawasi satu sama lain.
Jarak membuat gandengan tangan kami tak lagi terkait, tempat kami menghabiskan hari juga tak banyak bersama, tapi hati kami masih tetap bertemu dalam ruang yang sama. ruang yang selalu hangat ketika kami berkomunikasi entah itu dalam maya dan realita.
delapan... aku harap kita akan seperti angka delapan.
tak memiliki sudut,titik untuk berpisah.
saling bergabung...
teruntuk kalian...
nunun - umay - rahma - putri - jimbon - azmi - firdha
aku cinta kalian...
senyum tangis amarah kita bersama selalu aku rindukan...
dan semoga sampai rambut ini memutih kita akan selalu bersama...
kita kan keluarga :)
@cintacintafams
8 individu, 8 hati, 8 karakter, dan 8 emosi bersatu dan bertaut atas nama cinta. cinta kami bukan lagi seperti para anak adam-hawa yang kalian pikirkan, karena jelas kami memiliki jenis kelamin yang sama. kami wanita dan banyak orang awam bilang wanita itu kadang banyak berdusta, didepan baik dan dibelakang bergumam. sayangnya kami adalah wanita-wanita minoritas, tak ada mengumpat dibelakang semuanya diselesaikan didepan meskipun harus ada percekcokan sengit tapi setelah itu kami semakin terkait. ketika yang salah tetap disalahkan tanpa pembelaan dan kemunafikan, dan saat itu terjadilah penelaah'an pemikiran diantara kami. suatu proses dimana akan mengantarkan kami saling mengisi pemikiran masing-masing lalu mencapai mufakat dalam penyelesaian. aku mencintai proses ini...
Tuhan memang baik... membuat aku bertemu dengan para wanita yang sejatinya tak pernah aku berfikir mereka wanita,kenapa? karena mereka selalu memakai logika dan kenyataan, selalu bertutur kata sesuai apa yang nyata tanpa diperhalus untuk kesenangan hati sesaat. mereka wanita-wanita jujur,dan sangat beruntung.
delapan...
delapan aku mencintai angka ini,begitu pula aku mencintai tautan hubungan kami. bertemu ketika masih dalam dunia sempit dan melangkah bersama ke dunia luas dengan cara masing-masing namun tetap saling mengawasi satu sama lain.
Jarak membuat gandengan tangan kami tak lagi terkait, tempat kami menghabiskan hari juga tak banyak bersama, tapi hati kami masih tetap bertemu dalam ruang yang sama. ruang yang selalu hangat ketika kami berkomunikasi entah itu dalam maya dan realita.
delapan... aku harap kita akan seperti angka delapan.
tak memiliki sudut,titik untuk berpisah.
saling bergabung...
teruntuk kalian...
nunun - umay - rahma - putri - jimbon - azmi - firdha
aku cinta kalian...
senyum tangis amarah kita bersama selalu aku rindukan...
dan semoga sampai rambut ini memutih kita akan selalu bersama...
kita kan keluarga :)
@cintacintafams
Selasa, 18 Desember 2012
Homesick
Jauh... Kangen... Sepi..
tiga hal yang bikin kenapa susah sekali survive disini...
Banyak teman bukan jaminan kalau keseharianmu tidak sepi.
Aku cinta kehidupanku ketika aku dirumah bersama keluarga,
aku rindu ketika menunggu papa pulang kerja,
aku rindu jam 5 sore menyapu rumah,
aku rindu menghabiskan hari-hari dirumah tanpa ada kerjaan.
aku rindu suasana ketika berkumpul dengan keluarga.
aku kangen rumah kangen semua hal tidak penting yang aku lakuin disana
x.o.x.o
Rabu, 14 November 2012
pemikiran kecil semasa SMA
pernah berfikir sempit untuk pergi atau mati
terlalu melankolis memang, tapi juga terlalu capek memendam...
mungkin selama ini terlalu lama merapatkan mulut meskipun hati perih,
atau hanya bisa menggigit bibir saat emosi mulai memuai
saat sebuah ungkapan pemikiran dianggap sebuah pembantahan
dan mau tak mau harus rela meng-IYA kan semuanya hanya gara-gara kalah suara...
manusia-manusia...
terkadang terlalu berpikir dengan prespektif yang aneh...
pendapat mayoritas selalu menggusur minoritas dengan mudahnya
dan melupakan sebuah konteks sederhana yang bernama 'MENGHARGAI'
anehnya lagi mengapa sebuah umur tua selalu menjadi patokan menarik sebuah prespektif?
apakah orang muda tak penting? atau orang yang lebih muda selalu salah?
hei... apa salahnya mendengarkan dari 2 sisi..
mendengarkan luapan hati orang-orang muda yang selalu terpendam...
kalau saja aku punya banyak keberanian, aku ingin memberontak
sayangnya aku terlalu lembek memulai
diam itu terkadang menyakitkan, tapi ketika berbicara rasanya percuma
toh tak pernah dianggap ada...
hanya seperti pemandu sorak yang bisanya meramaikan tak berperan primer
mereka semuanya...
orang-orang egois yang selalu berharap permintaan maaf yang sebetulnya tak perlu
hei berkacalah ! lalai dengan semua kesalahan''mu yang hanya bisa aku pendam dalam diam???
jujur...
aku tak perlu maaf, toh tak ada yg perlu dimaafkan,
hanya ingin satu... AKU INGIN DIHARGAI? SULIT?
sebuah prespektif permainan konyol yang menonjolkan keegoisan manusia yang berakal lampau...
mayoritas-minoritas...
ketimpangan gila yang mampu mempengaruh semuanya...
ha ha ha gila!!!
weakness
datang lagi...
harapan itu datang lagi...
apa aku harus menolak?
atau malah menyambutnya dengan ucapan selamat datang?
apa yang harus aku lakukan?
banyak hal yang aku pertimbangkan
prespektif logika jelas kalah dari sebuah rasa
aku kaum hawa dan itu sepertinya sudah guratan yang harus diterima
kami memang kau lemah walaupun kamu terlihat tegas
memang ada emansipasi dimasa kartini
tapi tetap saja kartini juga kalah dengan perasaan bukan?
karena aku pernah baca suatu sastra bahwa kartini bukan yang pertama dia rela menjadi kedua
kalian tau apa artinya?
kartini juga kalah oleh suatu perasaan
kembali kekonteks awal...
ketika harapan datang dan membuatku...
lemaaaaah
segalanyaa segala yang telah aku susun kuat pada akhirnya...
BLAR!
roboh tak bersisah, bahkan puingnya pun hilang...
mudah ya
aku muak berpura-pura segalanya 'baik-baik' saja
aku muak menyembunyikan rasa takutku ketika harapan itu datang
aku muak ketika pada akhirnya aku harus mengaku 'aku kalah' 'aku lemah'
tapi aku juga tidak mau menjadi orang yang terus ada dalam kemunafikan.
seseorang itu, seseorang itu menawarkanku sesuatu...
yaitu hal yang sebelum-sebelumnya pernah orang lain tawarkan
aku harus menerimanya kah?
well... aku sudah menerima karena toh aku tak mau menolak.
aku 'tak mau' menolak
itu adalah salah satu dari kelemahanku lagi...
dia baik, sangat baik aku rasa
sekilas tak ada masalah darinya
tapi yang bermasalah adalah aku
dan aku sadar itu.
segalah ketakutanku untuk jatuh lagi
adalah suatu kelemahan terbesarku
dan parahnya lagi aku tak tau kapan ini akan hilang
atau mungkin akan selalu ada...
okelaah. mari kita lihat dan menikmati apa yang ada...
x.o.x.o dea
harapan itu datang lagi...
apa aku harus menolak?
atau malah menyambutnya dengan ucapan selamat datang?
apa yang harus aku lakukan?
banyak hal yang aku pertimbangkan
prespektif logika jelas kalah dari sebuah rasa
aku kaum hawa dan itu sepertinya sudah guratan yang harus diterima
kami memang kau lemah walaupun kamu terlihat tegas
memang ada emansipasi dimasa kartini
tapi tetap saja kartini juga kalah dengan perasaan bukan?
karena aku pernah baca suatu sastra bahwa kartini bukan yang pertama dia rela menjadi kedua
kalian tau apa artinya?
kartini juga kalah oleh suatu perasaan
kembali kekonteks awal...
ketika harapan datang dan membuatku...
lemaaaaah
segalanyaa segala yang telah aku susun kuat pada akhirnya...
BLAR!
roboh tak bersisah, bahkan puingnya pun hilang...
mudah ya
aku muak berpura-pura segalanya 'baik-baik' saja
aku muak menyembunyikan rasa takutku ketika harapan itu datang
aku muak ketika pada akhirnya aku harus mengaku 'aku kalah' 'aku lemah'
tapi aku juga tidak mau menjadi orang yang terus ada dalam kemunafikan.
seseorang itu, seseorang itu menawarkanku sesuatu...
yaitu hal yang sebelum-sebelumnya pernah orang lain tawarkan
aku harus menerimanya kah?
well... aku sudah menerima karena toh aku tak mau menolak.
aku 'tak mau' menolak
itu adalah salah satu dari kelemahanku lagi...
dia baik, sangat baik aku rasa
sekilas tak ada masalah darinya
tapi yang bermasalah adalah aku
dan aku sadar itu.
segalah ketakutanku untuk jatuh lagi
adalah suatu kelemahan terbesarku
dan parahnya lagi aku tak tau kapan ini akan hilang
atau mungkin akan selalu ada...
okelaah. mari kita lihat dan menikmati apa yang ada...
x.o.x.o dea
aduan kecil pada hujan
aku gak tau sejak kapan aku suka sama hal ini yang jelas gak tau kenapa hujan selalu buat aku tenang. mungkin ini kedengerannya lebay, terlalu melankolis, atau apalah tapi sungguh aku sangat cinta hujan. aku cinta ketika air-air langit itu jatuh lalu menyusup kedalam tanah bumi, aku cinta dengan aroma khas yang entah kenapa selalu membuatku lega untuk bernafas, dan aku cinta dengan udara dingin yang selalu membawa kehangatan tersindiri buatku. aneh kan? iya memang aneh aku memang menyukai hal-hal yang mungkin untuk orang kebanyakan itu biasa aja.
well... hari ini hujan dan ini menyenangkan.
hujan menemaniku melewati waktuku yang termakan bosan dalam kamar kos ini, dan hujan membuatku tenang setelah tadi sempat sedikit frustasi karena kegelisahan yang aku sendiri tak tahu pasti penyebabnya. oke sebenarnya ada hal yang aku ceritakan padamu malam ini. bukan cerita sih lebih tepatnya pengakuan.
Hujan... aku sudah kalah saat ini. ya aku kalah, aku bodoh, dan aku tau resikonya :')
aku membiarkan logikaku tak bekerja (lagi) membiarkan perasaan yang menguasai, dan untuk pertama kali semenjak kejadian 'itu' akhirnya aku kalah lagi. hari ini entah kenapa aku merasa tak bisa menguasai diri sendiri, gelisah dan terlalu perhatian dengan keadaan seseorang. okay... itu tidak akan jadi masalah kalau saja orang yang menyebabkan aku merasakan seperti itu bukan dia, bukan 'r'. dea bodoh dea menye dea lemah, ayolaaaah masa iya aku kayak gini lagi? diakui atau tidak sepertinya aku sudah berlebihan dan kelewat batas, komitmenku dan segala prinsipku hancur hanya karena sebuah perasaan bodoh yang akut. ayolaaah wake up dea, kenapa harus begini lagi soh? dinding dinding pertahananku hancur sudah hancur lebur dan siap tak siap aku bakalan merasakan 'sakit' itu lagi kelak hanya tinggal tunggu waktu yang tepat saja. bodoh! sekali lagi aku emang keledai!!!
huh...
mungkin ini kedengarannya sedikit menggelikan dan aneh tapi sumpah harus aku akui karena aku capek munafik pada diriku sendiri, aku merasakan 'rasa; berlebihan itu lagi. rasa dimana yang jauh lebih dalam daripada 'rasa' kepada mantan lelakiku yang baru saja berpisah denganku. damn!!!!!!
rasa ini, seperti de javu pada masa-masa dimana akhirnya aku memutuskan untuk membangun dinding-dinding pertahananku lewat logika, kecuekan, dan acuh lalu mengenyampingkan semua hal-hal berbau dengan hati atau sesuatu lemah lainnya. untuk lebih sederhananya adalah rasa ini seperti rasaku pada 'lelakiku' dimasa lalu yang membuatku tau dan mengerti apa itu sakit karena kebodohan / kelemahan suatu cinta atau apalah hal bullshit lainnya. and ohlalala aku jatuh lagi loh sekarang :)
hmmm... aku tau aku belum merasakan sakit sejauh ini tapi aku yakin suatu saat kapan pun itu lambat laun dia- 'r' akan merealisasikan hal itu lagi padaku. emang sih gak baik berprasangka buruk tapi bukankah ini juga bentuk dari kehati-hatian kan? oke aku harap itu ga akan pernah terjadi, tapi hanya 1% harapan itu akan terjadi. jujur aku gak bahagia merasakan hal ini, merasakan sayang-cinta atau apalah kepada dia yang berlebihan seperti ini ini terlalu lemaaah dan bodoh, tapi apa boleh buat sepertinya hati nuraniku mengalahkan logika (lagi)
hello r, sudah siap bikin aku bahagia lalu membuatku gagal untuk kesekian kalinya kah? sudah siap untuk memberiku janji atau harapan palsu seperti lelaki dimasalaluku kah? oh well, kita belum terikat kan? aku boleh menjauh darimu sekarang kan r? gak ada yang salah kan kalau aku begitu?
Tapi kenyataan pahit lainnya adalah bahwa aku tak mampu pergi jauh, lalu stay away darimu. BODOH! dea BODOH! seperti hari ini contohnya, aku bangun pagi dan banyak hal yang sudah aku susun untuk mengalihkan pikiranku darimu, mencari sebuah kesibukan yang sepertinya mampu membuatku untuk sementara lupa dan itu hanyalah omongan belaka. aku kalah... ya aku kalah...
sekali lagi diakui atau tidak, aku sudah memiliki rasa yang dalam padamu 'r' kamu tau kenapa? karena aku rindu ketika aku tak bisa melihatmu, dan kamu tau apa artinya sebuah rindu? itu artinya kau sudah menjadi hal yang berarti buat hariku.
hujaaaaan what should i do now? apa aku harus menikmati kekalahanku ini, dan membiarkan aku lebih dalam lagi? karena semua dinding pertahananku roboh, logikaku buyar tak tau kenapa, dan yang lebih parahnya lagi aku sudah 'percaya' pada dia. percaya dan berahap pada suatu kemustahilan kalau suatu saat dia tidak akan pernah memberiku sebuah 'kegagalan' seperti yang dulu pernah ada.
hujan... hujaaan.. hujaaan... apa yang harus aku lakukan? hah terserahlah aku menunggu aja semuanya, nurut pada waktu yang entah membawa kemana. ini semacam seperti menunggu eksekusi mati yang tanpa kepastian. lebay yaaaah yaa dengan ini aku proklamirkan kalo dea yang 'lemah' kembali lagi setelah hampir setahun ilang. dan semua rasa dimasalaluku perlahan mulai bereinkarnasi dan aku tak mau memastikan bagaimana ini berakhir....
x.o.x.o depe
Langganan:
Postingan (Atom)


