datang lagi...
harapan itu datang lagi...
apa aku harus menolak?
atau malah menyambutnya dengan ucapan selamat datang?
apa yang harus aku lakukan?
banyak hal yang aku pertimbangkan
prespektif logika jelas kalah dari sebuah rasa
aku kaum hawa dan itu sepertinya sudah guratan yang harus diterima
kami memang kau lemah walaupun kamu terlihat tegas
memang ada emansipasi dimasa kartini
tapi tetap saja kartini juga kalah dengan perasaan bukan?
karena aku pernah baca suatu sastra bahwa kartini bukan yang pertama dia rela menjadi kedua
kalian tau apa artinya?
kartini juga kalah oleh suatu perasaan
kembali kekonteks awal...
ketika harapan datang dan membuatku...
lemaaaaah
segalanyaa segala yang telah aku susun kuat pada akhirnya...
BLAR!
roboh tak bersisah, bahkan puingnya pun hilang...
mudah ya
aku muak berpura-pura segalanya 'baik-baik' saja
aku muak menyembunyikan rasa takutku ketika harapan itu datang
aku muak ketika pada akhirnya aku harus mengaku 'aku kalah' 'aku lemah'
tapi aku juga tidak mau menjadi orang yang terus ada dalam kemunafikan.
seseorang itu, seseorang itu menawarkanku sesuatu...
yaitu hal yang sebelum-sebelumnya pernah orang lain tawarkan
aku harus menerimanya kah?
well... aku sudah menerima karena toh aku tak mau menolak.
aku 'tak mau' menolak
itu adalah salah satu dari kelemahanku lagi...
dia baik, sangat baik aku rasa
sekilas tak ada masalah darinya
tapi yang bermasalah adalah aku
dan aku sadar itu.
segalah ketakutanku untuk jatuh lagi
adalah suatu kelemahan terbesarku
dan parahnya lagi aku tak tau kapan ini akan hilang
atau mungkin akan selalu ada...
okelaah. mari kita lihat dan menikmati apa yang ada...
x.o.x.o dea
Tidak ada komentar:
Posting Komentar