Selasa, 13 November 2012

night talk

aku gatau kenapa ini datengnya tiba-tiba aku juga gatau kenapa bisa tiba-tiba muncul perasaan kayak gini lagi padahal udah sebulanan ini aku yakin sama dia. huh! mungkin kenangan dimasalalu ga bakal bisa ilang, dan aku pribadi emang juga gak mau ngilangin sih sebenernya karena itu juga termasuk proses pendewasaan buatku. Tapi sayangnya kenangan itu bikin aku trauma sendiri lalu paranoid tanpa sebab, kayak malam ini misalnya.
Udah sebulan ini aku yakin kalo pilihanku buat deket dan buka hati sama seseorang langsung goyah karena takut diphp lagi atau juga aku takut gagal lagi kelak kalo sudah 'berstatus' seperti sebelum-sebelumnya -__-
Aku punya cerita, ehm kisah nyata sih dan barusan sekitar agustus lalu aku alami.
jadi aku punya hubungan dengan 'lelaki' yang emang bisa dibilang aku sayang sama dia kalo gak sayang ga mungkin kan aku mau berstatus, dan kami kalah karena jarak, kami gagal untuk meminimalisir kehadiran jarak itu. emang keputusan itu gak mudah buat kami, sejujurnya aku saat itu masih peduli dengannya aku masih ingin dia mengisi hari-hariku tapi apa gunanya sebuah hubungan kalau kita isi dengan pertengkaran yang gak ada habisnya. oke harus diakui sepertinya kami kurang dewasa saat itu, dan pilihan berpisah memang yang paling baik.
Ada cerita lain lagi, masih cerita nyata dan ini aku alami desember tahun lalu. dan cerita ini adalah awal mula aku trauma terhadap janji dan lelaki...
aku pernah deket dengan 'lelaki' dan menurutku dia tau dan ngerti banget tentang aku tentang kebiasaanku, dan awalnya aku sempat ngasih predikat 'pria' ke dia tapi sayangnya aku salah. SALAH BESAR. kami berhubungan hampir 2 tahun dan sayangnya hubungan itu berakhir dengan menyedihkan karena aku tau dia tidak sebaik yang aku kira. dia memang mengerti aku tapi sayangnya juga dia sepertinya juga mengerti betul wanita-wanita yang lain :')
Semua kata-katanya tentang aku dan dia yang berubah menjadi 'kita' seakan gaada artinya ketika aku menemukan sebuah realita yang baru itu, dan bodohnya lagi aku sudah tau dari awal kalau dia memang tipe yang 'gampang' memberi harapan pada wanita tapi entah kenapa aku masih saja meneruskan dan parahnya lagi aku memberinya predikat 'pria' -___-
oke aku sempat terpuruk beberapa minggu karena itu, semuanya terasa abu-abu. aku memang memutuskan berhenti dengannya tapi aku masih saja tidak bisa membiarkan dia pergi dari pikiranku.

dua kisah dua cerita dan dua duanya kisah nyata... berawal manis dan berakhir miris. sejujurnya baru dua itu yang membekas untukku mungkin dalam dua kisah itu aku sadar akan menyayangi seorang lelaki, sadar akan bagaimana memberi-menerima,sadar bahwa hubungan tidak hanya sekedar aku dan dia tapi juga orang-orang disekitarnya, dan banyak lagi yang aku temukan. namun sayangnya semuanya harus berakhir, dan itu berarti aku gagal untuk kesekian kali. jujur aku sudah capai seperti ini, capai merasakan roman remaja yang sesuka hati berpisah. aku bukan 14 atau 15 tahun lagi bahkan aku sudah melewat 17 tahun jadi mau sampai kapan gagal? memang sih gagal adalah keberhasilan yang tertunda tapi masa iya gagal untuk kesekian kali masih dibilang keberhasilan yang tertunda? mungkin itu lebih tepatnya disebut kebodohan yang terulang.
oke kembali lagi pada kisahku sekarang...
kisah dengan seseorang yang baru (aku tidak berani menyebut lelaki atau pria takut untuk memprediksi lagi) yang jelas ia masih dalam lingkaran kaum adam karena aku masih normal. dia memang tidak se-romantis 'lelaki-lelakiku' di masalalu tapi yang aku rasakan aku bisa nyaman didekatnya bisa menjadi aku diri sendiri tanpa harus aku tutupi, dan itu adalah nilai plus karena sebelumnya aku sama sekali tidak tau menahu tentang dia dan entah kenapa aku juga bingung seseorang itu membuat aku dengan mudahnya merasa nyaman. hal yang mustahil aku rasakan pada seseorang yang baru dalam hidupku. Mungkin simple saja sih, dia tidak terlalu banyak menuntut, dia apa adanya, dan aku suka itu :)
Sudah hampir 1 bulan lebih sepertinya aku mulai merasakan perasaan yg lebih dari sekadar teman pada dia, mungkin ini terlalu cepat tapi jujur ini yg aku rasakan dan aku sendiri gatau kenapa bisa secepat ini.
Malam ini untuk pertama kalinya aku meragu untuk meneruskan perasaan ini, ingin berhenti lalu menghindar darinya. kalian tau kenapa? karena aku takut untuk sakit (lagi), karena aku tau mungkin rasa ini akan dalam bahkan lebih dalam dari yang dahulu. tapi disisi lain kalau aku menghindar dan menyerah aku yakin duniaku bakalan kembali kelabu karena sejak kejadian gagal yang terakhir, dialah yang buat aku tersenyum dan tertawa ketika aku tidak bisa tertawa, dia yang mengajariku tentang bersemangat bangkit pada suatu keadaan stuck. jujur saja... aku emang ga sanggup harus menyerah dia terlalu berarti buatku, tapi aku juga takut untuk memulai baru lagi karena bayangan kegagalan pada kesalahan yang sama masih jadi momok tersendiri buatku. so, what should i do now? :'(

x.o.x.o depe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar