Mama... begitu aku menyebut wanita yang telah melahirkan aku kedunia, wanita yang menyusuiku selama 2 tahun lebih, wanita yang selalu siap menjadi 'tempat sampah' ketika aku ingin membuang seluruh keluh kesahku. Aku memang tak seberuntung anak-anak yang lain, yang hidup ditemani mama nya dihari-harinya karena pada kenyataannya setelah kedua orangtuaku memutuskan untuk berpisah saat itulah aku memulai hari-hariku tanpa kehadiran sosok mama yang 'nyata'. Sudah 10 tahun belakangan ini aku hanya bisa melewati kehidupanku tanpa mama, ya aku hanya bisa menikmati waktu bersama beliau melalui dunia maya atau fasilitas perantara yang disebut telepon dan skype dan untukku itu sudah lebih dari cukup. Tak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini termasuk keputusan 'perpisahan' tadi, karena aku yakin mereka bukan orang-orang bodoh yang tak mempunyai alasan besar untuk itu.
10 tahun belakangan ini juga, entah kenapa aku sangat menyukai tentang liburan sekolah. kalian tau kenapa? yah karena saat-saat itu aku bisa bertemu mamaku meskipun dalam jangka waktu yang tidak lama, namun setidaknya aku bisa merasakan hangatnya pelukan ketika aku tertidur atau ciuman selamat pagi ketika aku terbangun. dan itu hanya 2 kali aku rasakan dalam setahun, hanya pada bulan Juli dan Desember :'>
Aku merasakan tinggal hanya dengan seorang ayah dari umur 8 tahun, dan itu berarti aku melewati masa-masa 'transisi'ku dari seorang gadis kecil menjadi remaja dan sampai sekarang menjadi wanita yang hampir dewasa tanpa mama disisiku. Bukan hal mudah, terkadang aku merasa iri pada anak-anak lain yang bisa tiap saat bertemu,berbicara dengan ibu mereka tanpa ada jarak dan waktu yang memisahkan. sedangkan aku? harus puas dengan chatting, webcam-an,atau telepon. yah apapun itu aku harus bersyukur toh masih banyak juga yang lebih parah dariku kan? Yah mama selalu mengajarkan aku bersyukur dengan keadaan apapun.
Mama...
Beliau memang wanita karir sejati dan disisi lain dia juga ibu yang sempurna untukku. Aku masih ingat bagaimana mama masih menyempatkan waktu istirahat meeting-nya hanya untuk mengobrol denganku melalui telepon, atau mama yang setiap hari selalu menyempatkan waktunya untuk berkata 'goodnight my little angel dan good morning my little angel" padaku. Yah dia memang ibu yang baik. 10 tahun tidak hidup satu atap, bukan berarti mama melewatkan saat-saat dimana aku tumbuh menjadi besar. Bahkan mama lah yang membuatku tau tentang perasaan ke lawan jenis, mama yang mengenalkan aku cara berpakaian teenager, dan mama juga yang mengenalkan aku pada produk-produk perawatan diri untuk gadis seusiaku. Aku masih ingat jelas bagaimana aku dengan polosnya bercerita tentang pacar-pacarku dulu, bagaimana aku dengan polos sambil nangis ngomong ke mama bahwa aku sudah menstruasi, dan lainnya , tentu saja itu tidak secara langsung melainkankan melalui 'sebuah perantara'
Jarak dan waktu... 2 hal yang mulanya sempat aku persalahkan saat aku ingin memeluk erat mamaku namun tidak bisa. tapi itu dulu, dulu sekali saat aku masih kecil masih bisa menggerutu menyalahkan hal-hal yang seharusnya tak patut dipersalahkan. Dan ketika akhirnya aku tumbuh dewasa dan mampu melihat semuanya dalam berbagai prespektif aku sadar bahwa 2 hal itu sesungguhnya secara tersirat merekatkan hubungan kami, dengan itu aku sangat menghargai ketika aku berada dekat dan bisa bicara langsung dengan mamaku karena aku sadar itu terbatas. Terima kasih Tuhan kau memberikan jarak dan waktu diantara kami, karena dari situ aku menemukan pelajaran-pelajaran yang penting dalam hidup.
"Ketika adek merasa sangat rindu, ketika adek ingin menceritakan sesuatu pada mama, ketika komunikasi sulit dijangkau, adek cukup pejamkan mata sambil berdoa. Insya Allah mama juga bisa merasakan apa yang adek rasakan, dan itu akan membuat kita saling bertaut satu sama lain." :')
aku sangat ingat kata-kata mama diatas, sangat aku hafal karena nyatanya aku memang melakukannya. memejamkan mata dan berdoa, dan meskipun terdengar melankolis tapi itu cara ampuh untuk aku merasakan kedekatan yang luar biasa diantara kami. Mungkin ini yang dinamakan cinta sejati, dimana kita merasakan kehadiran satu sama lain tanpa harus melihat.
Mom...
i really love you so muchhhhh, thanks for everything. you're my hero.
sejauh apapun kita terpisah, meskipun berbeda dalam ruang dan waktu tapi itu semua tak berarti apapun karena kau selalu ada dihatiku mam. terimakasih telah mengajarkan aku arti hidup yang sesungguhnya, mengajarkan dan memberiku aku cinta-kasih tanpa pamrih.
love you mom. :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar