aku gak tau sejak kapan aku suka sama hal ini yang jelas gak tau kenapa hujan selalu buat aku tenang. mungkin ini kedengerannya lebay, terlalu melankolis, atau apalah tapi sungguh aku sangat cinta hujan. aku cinta ketika air-air langit itu jatuh lalu menyusup kedalam tanah bumi, aku cinta dengan aroma khas yang entah kenapa selalu membuatku lega untuk bernafas, dan aku cinta dengan udara dingin yang selalu membawa kehangatan tersindiri buatku. aneh kan? iya memang aneh aku memang menyukai hal-hal yang mungkin untuk orang kebanyakan itu biasa aja.
well... hari ini hujan dan ini menyenangkan.
hujan menemaniku melewati waktuku yang termakan bosan dalam kamar kos ini, dan hujan membuatku tenang setelah tadi sempat sedikit frustasi karena kegelisahan yang aku sendiri tak tahu pasti penyebabnya. oke sebenarnya ada hal yang aku ceritakan padamu malam ini. bukan cerita sih lebih tepatnya pengakuan.
Hujan... aku sudah kalah saat ini. ya aku kalah, aku bodoh, dan aku tau resikonya :')
aku membiarkan logikaku tak bekerja (lagi) membiarkan perasaan yang menguasai, dan untuk pertama kali semenjak kejadian 'itu' akhirnya aku kalah lagi. hari ini entah kenapa aku merasa tak bisa menguasai diri sendiri, gelisah dan terlalu perhatian dengan keadaan seseorang. okay... itu tidak akan jadi masalah kalau saja orang yang menyebabkan aku merasakan seperti itu bukan dia, bukan 'r'. dea bodoh dea menye dea lemah, ayolaaaah masa iya aku kayak gini lagi? diakui atau tidak sepertinya aku sudah berlebihan dan kelewat batas, komitmenku dan segala prinsipku hancur hanya karena sebuah perasaan bodoh yang akut. ayolaaah wake up dea, kenapa harus begini lagi soh? dinding dinding pertahananku hancur sudah hancur lebur dan siap tak siap aku bakalan merasakan 'sakit' itu lagi kelak hanya tinggal tunggu waktu yang tepat saja. bodoh! sekali lagi aku emang keledai!!!
huh...
mungkin ini kedengarannya sedikit menggelikan dan aneh tapi sumpah harus aku akui karena aku capek munafik pada diriku sendiri, aku merasakan 'rasa; berlebihan itu lagi. rasa dimana yang jauh lebih dalam daripada 'rasa' kepada mantan lelakiku yang baru saja berpisah denganku. damn!!!!!!
rasa ini, seperti de javu pada masa-masa dimana akhirnya aku memutuskan untuk membangun dinding-dinding pertahananku lewat logika, kecuekan, dan acuh lalu mengenyampingkan semua hal-hal berbau dengan hati atau sesuatu lemah lainnya. untuk lebih sederhananya adalah rasa ini seperti rasaku pada 'lelakiku' dimasa lalu yang membuatku tau dan mengerti apa itu sakit karena kebodohan / kelemahan suatu cinta atau apalah hal bullshit lainnya. and ohlalala aku jatuh lagi loh sekarang :)
hmmm... aku tau aku belum merasakan sakit sejauh ini tapi aku yakin suatu saat kapan pun itu lambat laun dia- 'r' akan merealisasikan hal itu lagi padaku. emang sih gak baik berprasangka buruk tapi bukankah ini juga bentuk dari kehati-hatian kan? oke aku harap itu ga akan pernah terjadi, tapi hanya 1% harapan itu akan terjadi. jujur aku gak bahagia merasakan hal ini, merasakan sayang-cinta atau apalah kepada dia yang berlebihan seperti ini ini terlalu lemaaah dan bodoh, tapi apa boleh buat sepertinya hati nuraniku mengalahkan logika (lagi)
hello r, sudah siap bikin aku bahagia lalu membuatku gagal untuk kesekian kalinya kah? sudah siap untuk memberiku janji atau harapan palsu seperti lelaki dimasalaluku kah? oh well, kita belum terikat kan? aku boleh menjauh darimu sekarang kan r? gak ada yang salah kan kalau aku begitu?
Tapi kenyataan pahit lainnya adalah bahwa aku tak mampu pergi jauh, lalu stay away darimu. BODOH! dea BODOH! seperti hari ini contohnya, aku bangun pagi dan banyak hal yang sudah aku susun untuk mengalihkan pikiranku darimu, mencari sebuah kesibukan yang sepertinya mampu membuatku untuk sementara lupa dan itu hanyalah omongan belaka. aku kalah... ya aku kalah...
sekali lagi diakui atau tidak, aku sudah memiliki rasa yang dalam padamu 'r' kamu tau kenapa? karena aku rindu ketika aku tak bisa melihatmu, dan kamu tau apa artinya sebuah rindu? itu artinya kau sudah menjadi hal yang berarti buat hariku.
hujaaaaan what should i do now? apa aku harus menikmati kekalahanku ini, dan membiarkan aku lebih dalam lagi? karena semua dinding pertahananku roboh, logikaku buyar tak tau kenapa, dan yang lebih parahnya lagi aku sudah 'percaya' pada dia. percaya dan berahap pada suatu kemustahilan kalau suatu saat dia tidak akan pernah memberiku sebuah 'kegagalan' seperti yang dulu pernah ada.
hujan... hujaaan.. hujaaan... apa yang harus aku lakukan? hah terserahlah aku menunggu aja semuanya, nurut pada waktu yang entah membawa kemana. ini semacam seperti menunggu eksekusi mati yang tanpa kepastian. lebay yaaaah yaa dengan ini aku proklamirkan kalo dea yang 'lemah' kembali lagi setelah hampir setahun ilang. dan semua rasa dimasalaluku perlahan mulai bereinkarnasi dan aku tak mau memastikan bagaimana ini berakhir....
x.o.x.o depe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar