Rabu, 14 November 2012

pemikiran kecil semasa SMA


pernah berfikir sempit untuk pergi atau mati
terlalu melankolis memang, tapi  juga terlalu capek memendam...
mungkin selama ini terlalu lama merapatkan mulut meskipun hati perih,
atau hanya bisa menggigit bibir saat emosi mulai memuai
saat sebuah ungkapan pemikiran dianggap sebuah pembantahan
dan mau tak mau harus rela meng-IYA kan semuanya hanya gara-gara kalah suara...

manusia-manusia...
terkadang terlalu berpikir dengan prespektif yang aneh...
pendapat mayoritas selalu menggusur minoritas dengan mudahnya
dan melupakan sebuah konteks sederhana yang bernama 'MENGHARGAI'

anehnya lagi mengapa sebuah umur tua selalu menjadi patokan menarik sebuah prespektif?
apakah orang muda tak penting? atau orang yang lebih muda selalu salah?
hei... apa salahnya mendengarkan dari 2 sisi..
mendengarkan luapan hati orang-orang muda yang selalu terpendam...

kalau saja aku punya banyak keberanian, aku ingin memberontak
sayangnya aku terlalu lembek memulai
diam itu terkadang menyakitkan, tapi ketika berbicara rasanya percuma
toh tak pernah dianggap ada...
hanya seperti pemandu sorak yang bisanya meramaikan tak berperan primer

mereka semuanya...
orang-orang egois yang selalu berharap permintaan maaf yang sebetulnya tak perlu
hei berkacalah ! lalai dengan semua kesalahan''mu yang hanya bisa aku pendam dalam diam???
jujur...
aku tak perlu maaf, toh tak ada yg perlu dimaafkan,
hanya ingin satu... AKU INGIN DIHARGAI? SULIT?

sebuah prespektif permainan konyol yang menonjolkan keegoisan manusia yang berakal lampau...
mayoritas-minoritas...
ketimpangan gila yang mampu mempengaruh semuanya...
ha ha ha gila!!!

weakness

datang lagi...
harapan itu datang lagi...
apa aku harus menolak?
atau malah menyambutnya dengan ucapan selamat datang?
apa yang harus aku lakukan?

banyak hal yang aku pertimbangkan
prespektif logika jelas kalah dari sebuah rasa
aku kaum hawa dan itu sepertinya sudah guratan yang harus diterima
kami memang kau lemah walaupun kamu terlihat tegas

memang ada emansipasi dimasa kartini
tapi tetap saja kartini juga kalah dengan perasaan bukan?
karena aku pernah baca suatu sastra bahwa kartini bukan yang pertama dia rela menjadi kedua
kalian tau apa artinya?
kartini juga kalah oleh suatu perasaan

kembali kekonteks awal...
ketika harapan datang dan membuatku...
lemaaaaah
segalanyaa segala yang telah aku susun kuat pada akhirnya...
BLAR!
roboh tak bersisah, bahkan puingnya pun hilang...
mudah ya

aku muak berpura-pura segalanya 'baik-baik' saja
aku muak menyembunyikan rasa takutku ketika harapan itu datang
aku muak ketika pada akhirnya aku harus mengaku 'aku kalah' 'aku lemah'
tapi aku juga tidak mau menjadi orang yang terus ada dalam kemunafikan.

seseorang itu, seseorang itu menawarkanku sesuatu...
yaitu hal yang sebelum-sebelumnya pernah orang lain tawarkan
aku harus menerimanya kah?
well... aku sudah menerima karena toh aku tak mau menolak.
aku 'tak mau' menolak
itu adalah salah satu dari kelemahanku lagi...

dia baik, sangat baik aku rasa
sekilas tak ada masalah darinya
tapi yang bermasalah adalah aku
dan aku sadar itu.
segalah ketakutanku untuk jatuh lagi
adalah suatu kelemahan terbesarku
dan parahnya lagi aku tak tau kapan ini akan hilang
atau mungkin akan selalu ada...

okelaah. mari kita lihat dan menikmati apa yang ada...


x.o.x.o dea

aduan kecil pada hujan

aku gak tau sejak kapan aku suka sama hal ini yang jelas gak tau kenapa hujan selalu buat aku tenang. mungkin ini kedengerannya lebay, terlalu melankolis, atau apalah tapi sungguh aku sangat cinta hujan. aku cinta ketika air-air langit itu jatuh lalu menyusup kedalam tanah bumi, aku cinta dengan aroma khas yang entah kenapa selalu membuatku lega untuk bernafas, dan aku cinta dengan udara dingin yang selalu membawa kehangatan tersindiri buatku. aneh kan? iya memang aneh aku memang menyukai hal-hal yang mungkin untuk orang kebanyakan itu biasa aja.
well... hari ini hujan dan ini menyenangkan.
hujan menemaniku melewati waktuku yang termakan bosan dalam kamar kos ini, dan hujan membuatku tenang setelah tadi sempat sedikit frustasi karena kegelisahan yang aku sendiri tak tahu pasti penyebabnya. oke sebenarnya ada hal yang aku ceritakan padamu malam ini. bukan cerita sih lebih tepatnya pengakuan.
Hujan... aku sudah kalah saat ini. ya aku kalah, aku bodoh, dan aku tau resikonya :')
aku membiarkan logikaku tak bekerja (lagi) membiarkan perasaan yang menguasai, dan untuk pertama kali semenjak kejadian 'itu' akhirnya aku kalah lagi. hari ini entah kenapa aku merasa tak bisa menguasai diri sendiri, gelisah dan terlalu perhatian dengan keadaan seseorang. okay... itu tidak akan jadi masalah kalau saja orang yang menyebabkan aku merasakan seperti itu bukan dia, bukan 'r'. dea bodoh dea menye dea lemah, ayolaaaah masa iya aku kayak gini lagi? diakui atau tidak sepertinya aku sudah berlebihan dan kelewat batas, komitmenku dan segala prinsipku hancur hanya karena sebuah perasaan bodoh yang akut. ayolaaah wake up dea, kenapa harus begini lagi soh? dinding dinding pertahananku hancur sudah hancur lebur dan siap tak siap aku bakalan merasakan 'sakit' itu lagi kelak hanya tinggal tunggu waktu yang tepat saja. bodoh! sekali lagi aku emang keledai!!!
huh...
mungkin ini kedengarannya sedikit menggelikan dan aneh tapi sumpah harus aku akui karena aku capek munafik pada diriku sendiri, aku merasakan 'rasa; berlebihan itu lagi. rasa dimana yang jauh lebih dalam daripada 'rasa' kepada mantan lelakiku yang baru saja berpisah denganku. damn!!!!!!
rasa ini, seperti de javu pada masa-masa dimana akhirnya aku memutuskan untuk membangun dinding-dinding pertahananku lewat logika, kecuekan, dan acuh lalu mengenyampingkan semua hal-hal berbau dengan hati atau sesuatu lemah lainnya. untuk lebih sederhananya adalah rasa ini seperti rasaku pada 'lelakiku' dimasa lalu yang membuatku tau dan mengerti apa itu sakit karena kebodohan / kelemahan suatu cinta atau apalah hal bullshit lainnya. and ohlalala aku jatuh lagi loh sekarang :)
hmmm... aku tau aku belum merasakan sakit sejauh ini tapi aku yakin suatu saat kapan pun itu lambat laun dia- 'r' akan merealisasikan hal itu lagi padaku. emang sih gak baik berprasangka buruk tapi bukankah ini juga bentuk dari kehati-hatian kan? oke aku harap itu ga akan pernah terjadi, tapi hanya 1% harapan itu akan terjadi. jujur aku gak bahagia merasakan hal ini, merasakan sayang-cinta atau apalah kepada dia yang berlebihan seperti ini ini terlalu lemaaah dan bodoh, tapi apa boleh buat sepertinya hati nuraniku mengalahkan logika (lagi)
hello r, sudah siap bikin aku bahagia lalu membuatku gagal untuk kesekian kalinya kah? sudah siap untuk memberiku janji atau harapan palsu seperti lelaki dimasalaluku kah? oh well, kita belum terikat kan? aku boleh menjauh darimu sekarang kan r? gak ada yang salah kan kalau aku begitu?
Tapi kenyataan pahit lainnya adalah bahwa aku tak mampu pergi jauh, lalu stay away darimu. BODOH! dea BODOH! seperti hari ini contohnya, aku bangun pagi dan banyak hal yang sudah aku susun untuk mengalihkan pikiranku darimu, mencari sebuah kesibukan yang sepertinya mampu membuatku untuk sementara lupa dan itu hanyalah omongan belaka. aku kalah... ya aku kalah...
sekali lagi diakui atau tidak, aku sudah memiliki rasa yang dalam padamu 'r' kamu tau kenapa? karena aku rindu ketika aku tak bisa melihatmu, dan kamu tau apa artinya sebuah rindu? itu artinya kau sudah menjadi hal yang berarti buat hariku.
hujaaaaan what should i do now? apa aku harus menikmati kekalahanku ini, dan membiarkan aku lebih dalam lagi? karena semua dinding pertahananku roboh, logikaku buyar tak tau kenapa, dan yang lebih parahnya lagi aku sudah 'percaya' pada dia. percaya dan berahap pada suatu kemustahilan kalau suatu saat dia tidak akan pernah memberiku sebuah 'kegagalan' seperti yang dulu pernah ada.
hujan... hujaaan.. hujaaan... apa yang harus aku lakukan? hah terserahlah aku menunggu aja semuanya, nurut pada waktu yang entah membawa kemana. ini semacam seperti menunggu eksekusi mati yang tanpa kepastian. lebay yaaaah yaa dengan ini aku proklamirkan kalo dea yang 'lemah' kembali lagi setelah hampir setahun ilang. dan semua rasa dimasalaluku perlahan mulai bereinkarnasi dan aku tak mau memastikan bagaimana ini berakhir....


x.o.x.o depe

Selasa, 13 November 2012

night talk

aku gatau kenapa ini datengnya tiba-tiba aku juga gatau kenapa bisa tiba-tiba muncul perasaan kayak gini lagi padahal udah sebulanan ini aku yakin sama dia. huh! mungkin kenangan dimasalalu ga bakal bisa ilang, dan aku pribadi emang juga gak mau ngilangin sih sebenernya karena itu juga termasuk proses pendewasaan buatku. Tapi sayangnya kenangan itu bikin aku trauma sendiri lalu paranoid tanpa sebab, kayak malam ini misalnya.
Udah sebulan ini aku yakin kalo pilihanku buat deket dan buka hati sama seseorang langsung goyah karena takut diphp lagi atau juga aku takut gagal lagi kelak kalo sudah 'berstatus' seperti sebelum-sebelumnya -__-
Aku punya cerita, ehm kisah nyata sih dan barusan sekitar agustus lalu aku alami.
jadi aku punya hubungan dengan 'lelaki' yang emang bisa dibilang aku sayang sama dia kalo gak sayang ga mungkin kan aku mau berstatus, dan kami kalah karena jarak, kami gagal untuk meminimalisir kehadiran jarak itu. emang keputusan itu gak mudah buat kami, sejujurnya aku saat itu masih peduli dengannya aku masih ingin dia mengisi hari-hariku tapi apa gunanya sebuah hubungan kalau kita isi dengan pertengkaran yang gak ada habisnya. oke harus diakui sepertinya kami kurang dewasa saat itu, dan pilihan berpisah memang yang paling baik.
Ada cerita lain lagi, masih cerita nyata dan ini aku alami desember tahun lalu. dan cerita ini adalah awal mula aku trauma terhadap janji dan lelaki...
aku pernah deket dengan 'lelaki' dan menurutku dia tau dan ngerti banget tentang aku tentang kebiasaanku, dan awalnya aku sempat ngasih predikat 'pria' ke dia tapi sayangnya aku salah. SALAH BESAR. kami berhubungan hampir 2 tahun dan sayangnya hubungan itu berakhir dengan menyedihkan karena aku tau dia tidak sebaik yang aku kira. dia memang mengerti aku tapi sayangnya juga dia sepertinya juga mengerti betul wanita-wanita yang lain :')
Semua kata-katanya tentang aku dan dia yang berubah menjadi 'kita' seakan gaada artinya ketika aku menemukan sebuah realita yang baru itu, dan bodohnya lagi aku sudah tau dari awal kalau dia memang tipe yang 'gampang' memberi harapan pada wanita tapi entah kenapa aku masih saja meneruskan dan parahnya lagi aku memberinya predikat 'pria' -___-
oke aku sempat terpuruk beberapa minggu karena itu, semuanya terasa abu-abu. aku memang memutuskan berhenti dengannya tapi aku masih saja tidak bisa membiarkan dia pergi dari pikiranku.

dua kisah dua cerita dan dua duanya kisah nyata... berawal manis dan berakhir miris. sejujurnya baru dua itu yang membekas untukku mungkin dalam dua kisah itu aku sadar akan menyayangi seorang lelaki, sadar akan bagaimana memberi-menerima,sadar bahwa hubungan tidak hanya sekedar aku dan dia tapi juga orang-orang disekitarnya, dan banyak lagi yang aku temukan. namun sayangnya semuanya harus berakhir, dan itu berarti aku gagal untuk kesekian kali. jujur aku sudah capai seperti ini, capai merasakan roman remaja yang sesuka hati berpisah. aku bukan 14 atau 15 tahun lagi bahkan aku sudah melewat 17 tahun jadi mau sampai kapan gagal? memang sih gagal adalah keberhasilan yang tertunda tapi masa iya gagal untuk kesekian kali masih dibilang keberhasilan yang tertunda? mungkin itu lebih tepatnya disebut kebodohan yang terulang.
oke kembali lagi pada kisahku sekarang...
kisah dengan seseorang yang baru (aku tidak berani menyebut lelaki atau pria takut untuk memprediksi lagi) yang jelas ia masih dalam lingkaran kaum adam karena aku masih normal. dia memang tidak se-romantis 'lelaki-lelakiku' di masalalu tapi yang aku rasakan aku bisa nyaman didekatnya bisa menjadi aku diri sendiri tanpa harus aku tutupi, dan itu adalah nilai plus karena sebelumnya aku sama sekali tidak tau menahu tentang dia dan entah kenapa aku juga bingung seseorang itu membuat aku dengan mudahnya merasa nyaman. hal yang mustahil aku rasakan pada seseorang yang baru dalam hidupku. Mungkin simple saja sih, dia tidak terlalu banyak menuntut, dia apa adanya, dan aku suka itu :)
Sudah hampir 1 bulan lebih sepertinya aku mulai merasakan perasaan yg lebih dari sekadar teman pada dia, mungkin ini terlalu cepat tapi jujur ini yg aku rasakan dan aku sendiri gatau kenapa bisa secepat ini.
Malam ini untuk pertama kalinya aku meragu untuk meneruskan perasaan ini, ingin berhenti lalu menghindar darinya. kalian tau kenapa? karena aku takut untuk sakit (lagi), karena aku tau mungkin rasa ini akan dalam bahkan lebih dalam dari yang dahulu. tapi disisi lain kalau aku menghindar dan menyerah aku yakin duniaku bakalan kembali kelabu karena sejak kejadian gagal yang terakhir, dialah yang buat aku tersenyum dan tertawa ketika aku tidak bisa tertawa, dia yang mengajariku tentang bersemangat bangkit pada suatu keadaan stuck. jujur saja... aku emang ga sanggup harus menyerah dia terlalu berarti buatku, tapi aku juga takut untuk memulai baru lagi karena bayangan kegagalan pada kesalahan yang sama masih jadi momok tersendiri buatku. so, what should i do now? :'(

x.o.x.o depe

Mama

Mama... begitu aku menyebut wanita yang telah melahirkan aku kedunia, wanita yang menyusuiku selama 2 tahun lebih, wanita yang selalu siap menjadi 'tempat sampah' ketika aku ingin membuang seluruh keluh kesahku. Aku memang tak seberuntung anak-anak yang lain, yang hidup ditemani mama nya dihari-harinya karena pada kenyataannya setelah kedua orangtuaku memutuskan untuk berpisah saat itulah aku memulai hari-hariku tanpa kehadiran sosok mama yang 'nyata'. Sudah 10 tahun belakangan ini aku hanya bisa melewati kehidupanku tanpa mama, ya aku hanya bisa menikmati waktu bersama beliau melalui dunia maya atau fasilitas perantara yang disebut telepon dan skype dan untukku itu sudah lebih dari cukup. Tak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini termasuk keputusan 'perpisahan' tadi, karena aku yakin mereka bukan orang-orang bodoh yang tak mempunyai alasan besar untuk itu.
10 tahun belakangan ini juga, entah kenapa aku sangat menyukai tentang liburan sekolah. kalian tau kenapa? yah karena saat-saat itu aku bisa bertemu mamaku meskipun dalam jangka waktu yang tidak lama, namun setidaknya aku bisa merasakan hangatnya pelukan ketika aku tertidur atau ciuman selamat pagi ketika aku terbangun. dan itu hanya 2 kali aku rasakan dalam setahun, hanya pada bulan Juli dan Desember :'>

Aku merasakan tinggal hanya dengan seorang ayah dari umur 8 tahun, dan itu berarti aku melewati masa-masa 'transisi'ku dari seorang gadis kecil menjadi remaja dan sampai sekarang menjadi wanita yang hampir dewasa tanpa mama disisiku. Bukan hal mudah, terkadang aku merasa iri pada anak-anak lain yang bisa tiap saat bertemu,berbicara dengan ibu mereka tanpa ada jarak dan waktu yang memisahkan. sedangkan aku? harus puas dengan chatting, webcam-an,atau telepon. yah apapun itu aku harus bersyukur toh masih banyak juga yang lebih parah dariku kan? Yah mama selalu mengajarkan aku bersyukur dengan keadaan apapun.
Mama...
Beliau memang wanita karir sejati dan disisi lain dia juga ibu yang sempurna untukku. Aku masih ingat bagaimana mama masih menyempatkan waktu istirahat meeting-nya hanya untuk mengobrol denganku melalui telepon, atau mama yang setiap hari selalu menyempatkan waktunya untuk berkata 'goodnight my little angel dan good morning my little angel" padaku. Yah dia memang ibu yang baik. 10 tahun tidak hidup satu atap, bukan berarti mama melewatkan saat-saat dimana aku tumbuh menjadi besar. Bahkan mama lah yang membuatku tau tentang perasaan ke lawan jenis, mama yang mengenalkan aku cara berpakaian teenager, dan mama juga yang mengenalkan aku pada produk-produk perawatan diri untuk gadis seusiaku. Aku masih ingat jelas bagaimana aku dengan polosnya bercerita tentang pacar-pacarku dulu, bagaimana aku dengan polos sambil nangis ngomong ke mama bahwa aku sudah menstruasi, dan lainnya , tentu saja itu tidak secara langsung melainkankan melalui 'sebuah perantara'

Jarak dan waktu... 2 hal yang mulanya sempat aku persalahkan saat aku ingin memeluk erat mamaku namun tidak bisa. tapi itu dulu, dulu sekali saat aku masih kecil masih bisa menggerutu menyalahkan hal-hal yang seharusnya tak patut dipersalahkan. Dan ketika akhirnya aku tumbuh dewasa dan mampu melihat semuanya dalam berbagai prespektif aku sadar bahwa 2 hal itu sesungguhnya secara tersirat merekatkan hubungan kami, dengan itu aku sangat menghargai ketika aku berada dekat dan bisa bicara langsung dengan mamaku karena aku sadar itu terbatas. Terima kasih Tuhan kau memberikan jarak dan waktu diantara kami, karena dari situ aku menemukan pelajaran-pelajaran yang penting dalam hidup.

"Ketika adek merasa sangat rindu, ketika adek ingin menceritakan sesuatu pada mama, ketika komunikasi sulit dijangkau, adek cukup pejamkan mata sambil berdoa. Insya Allah mama juga bisa merasakan apa yang adek rasakan, dan itu akan membuat kita saling bertaut satu sama lain." :')
aku sangat ingat kata-kata mama diatas, sangat aku hafal karena nyatanya aku memang melakukannya. memejamkan mata dan berdoa, dan meskipun terdengar melankolis tapi itu cara ampuh untuk aku merasakan kedekatan yang luar biasa diantara kami. Mungkin ini yang dinamakan cinta sejati, dimana kita merasakan kehadiran satu sama lain tanpa harus melihat.

Mom...
i really love you so muchhhhh, thanks for everything. you're my hero.
sejauh apapun kita terpisah, meskipun berbeda dalam ruang dan waktu tapi itu semua tak berarti apapun karena kau selalu ada dihatiku mam. terimakasih telah mengajarkan aku arti hidup yang sesungguhnya, mengajarkan dan memberiku aku cinta-kasih tanpa pamrih.
love you mom. :')

Senin, 12 November 2012

a dreamer

Mimpi adalah sebuah hal yang pasti dimiliki sebuah insan dibumi ini.
Terkadang mimpi membuat kita terlalu terbang melayang
dan ketika kita sudah di dunia nyata baru sadar bahwa mimpi itu sesungguhnya hal yang fana..
Tak ada yang salah dan tak ada yang menyalahkan ketika mimpi itu datang
dan tiba-tiba merasuk ditubuh manusia, bak darah yg mengalir dalam raga..
Tapi sadarlah, bahwa mimpi itu tidak hanya sekedar angan-angan dunia fana belaka,tapi bisa nyata..
Mimpi itu akan jadi nyata dan sempurna bergantung pada usaha kita untuk meraihnya
bukan malah membiarkannya berlalu kemudian hilang begitu saja..
Aku...
Memang seorang pemimpi dan aku menikmati menjadi pemimpi
tapi disisi lain aku juga seorang pemberani..
Aku tetap percaya, berdoa dan berusaha agar semua mimpiku tergapai
meskipun bnyak manusia-manusia awam yg berkata 'mustahil' padaku..
Cukup sebuah senyuman saja ketika mendengarnya
karena percayalah...
kelak ia akan melihat bagaimana 'mustahil' itu menjadi nyata :)


***

x.o.x.o depe